TANAH GROGOT- Satu lagi hasil karya seni musik
bernuansa kedaerahan muncul diKabupaten Paser, yakni album musik
perdana bertema “Bajau Samma”. Album yang mengusung jenis musik dangdut
house music ini semua lagunya dilantunkan dengan menggunakan bahasa suku
Bajau.
Hal itu mendapat perhatian anggota DPRD Paser HAbdullah yang memang
sangat menggemari seni musik daerah. Menurutnya,album “Bajau Samma“
garapan SA Jaya ini dapat menghibur pecinta musik daerah. Juga dinilai
dapat mengangkat budaya suku Bajau yang saat ini masih kurang diminati
di kalangan masyarakat umum.
“Saya sangat tertarik dengan lagu ini ketika mendengar pertama kali
pada suatu acara di Desa Labuangkallo. Liriknya menarik sekali karena
menggunakan bahasa daerah suku Bajau. Hal ini tentu dapat mengangkat
khasanah budaya suku Bajau, terutama yang ada di Kabupaten Paser “
kataAbdullah yang terkenal akrab di lingkungan masyarakat pesisir.
Sementara, SA Jaya Kembara penggarap album ini saat ditemui terpisah
mengaku, bahwa album perdananya itu digarap selama kurang lebih 2 tahun
di Jakarta dengan menghabiskan dana sekitar Rp125 juta.
“Dana yang cukup besar itu murni dari kantong pribadi saya yang
dikumpulkan dari usaha yang selama ini saya geluti, yakni bermain
musik,” ujar pria yang kini menetap di Jakarta, tapi selama setahun
tinggal di Desa Lori Kecamatan Tanjung Harapan, Paser.
Menyinggung langkahnya menggarap lagu suku Bajau, SA Jaya Kembara yang
beristrikan gadis Tanah Grogot Julie ini mengaku berawal ketika dia
melatih anak muda di Desa Lori yang merupakan desa pesisir di Kabupaten
Paser.
“Kenapa saya menggarap lagu berbahasa Bajau ini. Karena, meski saya
bukan dari suku Bajau, tapi karena saya cukup lama tinggal didaerah
pesisir, maka saya terpanggil untuk mengangkat budaya suku Bajau kedalam
sebuah alunan musik yang enak untuk didengar,” kata Jaya Kembara yang
mengaku kelahiran NTB.
Dia berharap dukungan semua pihak, khususnya masyarakat suku Bajau,
sehingga album perdana “Bajau Samma” yang diproduksi dengan kualitas
standar nasional itu benar-benar sebagai langkah awal untuk menapak masa
depan yang lebih baik lagi.
Tidak hanya itu, Jaya Kembara juga berharap agar albumnya itu mampu
menghasilkan karya yang cukup membanggakan bagi masyarakat suku Bajau
dan diharapkan laguyang ada dalam albumnya itudapat diterima oleh semua
kalangan dan dapat meramaikansekaligus memeriahkan belantika seni musik
lagu lagu daerah diIndonesia.
“Untuk album perdana ini, saya sama sekali belum berpikir bisnis. Bagi
saya, antusias masyarakat Paser, PPU dan Kota Baru dalam menyambut
kehadiran album “Bajau Samma” sudah memberikan kebahagiaan tersendiri,”
katanya yang diwawancarai didampingi istri, Julie Kembara yang juga
sebagai penyanyi dalam album produksi Sri Record itu. (hh/lhl)